adji`s WORLD!! dunia-k, cara-k!!

‘FITNA’, Semakin Bikin Geregetan Pengguna Internet Indonesia

Posted on: 13 April 2008

‘FITNA’, Semakin Bikin Geregetan Pengguna Internet Indonesia

Belakangan ini kontroversi mengenai film FITNA semakin memanas di kalangan publik. Kecaman untuk film garapan Geert Wilders ini datang bertubi-tubi dari segala penjuru dunia termasuk juga Indonesia. Sejak akan beredar sampai sekarang sudah tersebar luas di internet, informasi tentang film ini sangat banyak dicari oleh khalayak ramai terutama para pengguna internet. Apalagi sejak diketahui isi film melecehkan agama Islam, sudah dipastikan banyak orang begitu geregetan dan terus mengikuti perkembangan beritanya. Penjelajah dunia maya terus mencarinya dari berbagai sumber di berbagai situs yang memuat berita tentang film ini, termasuk di KapanLagi.com.

 

Sejak awal diberitakan di KapanLagi.com, lebih dari puluhan ribu netters begitu concern terus mengikuti perkembangan berita film yang patut kita tentang ini. Kenapa film ini begitu kontroversial? Dari sisi penciptanya saja sudah cukup untuk memulai alasannya. Geert Wilders adalah pemimpin partai Party for Freedom (PVV) di parlemen Belanda, yang sudah sangat terkenal dengan pandangan kerasnya.

 

Film pendek yang dibuat pada tahun ini, berisi tentang pandangan sempitnya mengenai Islam dan Al Qur’an. Beberapa ayat di Al Qur’an dibelokkan olehnya menjadi suatu anggapan yang memotivasi ke arah terorisme dan penguniversalan Islam di dunia. Tidak hanya, film itu juga memuat adegan vulgar berupa gambar dan video wanita telanjang. Padahal begitu jelas, Islam sangat melarang segala perbuatan berbau zina sehingga bukan hanya melarang melakukannya tetapi juga mendekati perbuatan yang dianggap keji tersebut. Adegan dalam film itu sudah sangat mendekati zina karena menampilkan gambar dan video wanita telanjang yang menari erotis.

 

Wilders begitu berpikiran negatif terhadap Islam karena ia merasa bahwa Islam telah merusak kebebasan di Belanda yang begitu menjunjung tinggi Belanda sebagai sebuah negara demokrasi. Apalagi dia melihat begitu pesatnya perkembangan Islam di Belanda. Bahkan menjelang rilis film itu, Wilders melukiskan kitab suci umat Islam sebagai “buku fasis” yang menghasut orang untuk melakukan kekerasan. Namun disinyalir hal ini tak ubahnya hanyalah akal bulus Wilders untuk mencari keuntungan. Karena ia adalah pendukung Yahudi, isu semacam ini sangat penting untuk mendapatkan bantuan dana dari para jutawan Yahudi yang memang kebanyakan punya peran kuat di bidang ekonomi dan politik di negara Eropa dan Amerika Utara.

 

Pada 27 Maret 2008 lalu, FITNA diluncurkan untuk pertama kalinya di situs video sharing Liveleak dalam versi bahasa Belanda dan Inggris. Begitu diluncurkan film ini mengundang perhatian yang cukup besar dari seluruh pengguna internet di dunia. Versi bahasa Belanda dari film ini diklaim dilihat sekitar 1,6 juta kali dalam 2 jam sedangkan versi bahasa Inggris-nya dilihat 1,2 juta kali dalam 5 jam.

 

Peluncuran film ini cukup disayangkan, karena berbagai kalangan sudah mengecamnya dan menginginkan agar peluncuran film ini dicegah karena film itu akan sangat menyakiti perasaan umat Islam dan dapat menciptakan ketegangan baru bagi peradaban dunia, termasuk antara para pemeluk agama. Tak heran banjir kecaman langsung menyerang Wilders. Tetapi dasar keras kepala meski juga sempat menerima ancaman mati, Wilders tetap bersikeras meluncurkan film ini.

 

 

 

Pemerintah Belanda sendiri sama sekali tidak mendukung film ini. PM Belanda Jan Peter Balkenende begitu film itu diluncurkan langsung muncul di televisi untuk menjelaskan sikap pemerintah Belanda yang menyesalkan film itu. PM Belanda mengemukakan kepada para wartawan dalam jumpa pers bahwa pemerintah Belanda menyesalkan keputusan Wilders mengedarkan film itu, sekalipun pemerintah telah memintanya agar ia menahan diri untuk tidak melepas film itu kepada publik.

 

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Jumat (29/3), mengecam keras film itu, dan mengatakan bahwa sikap itu tidak bisa dibenarkan karena akan mengundang aksi kekerasan.Uni Eropa juga mengutuk film itu. Pernyataan Presiden UE yang kini dipegang oleh Slovenia menyebut film tersebut tidak membawa manfaat apapun selain hanya mengobarkan kebencian. Menlu Inggris, David Miliband, mengatakan hendaknya orang dapat menggabungkan komitmen yang kuat terhadap nilai-nilai kebebasan berpendapat dan sekaligus menghormati keberagaman rasial dan keagamaan. Menteri Luar Negeri Australia, Stephen Smith mengatakan Minggu bahwa film itu “sangat menghina” dan “upaya nyata untuk menimbulkan perpecahan di antara masyarakat kepercayaan”.

 

Negara-negara Islam segera menyampaikan tanggapan keras mereka. Sekjen OKI, Prof Ekmeleddin Ihsanoglu mengutuk keras film itu karena dinilainya sebagai upaya menimbulkan permusuhan antar-umat. Teheran memperingatkan “konsekuensi dari langkah provokatif semacam ini. Juru bicara Deplu Iran, Mohammad Ali Hosseini, mencap video tersebut “menghina dan anti-Islam” serta merupakan simbol dari “antagonisme yang mendalam” negara-negara Barat terhadap Islam dan umat Muslim.

 

Dewan Gereja Dunia (World Council of Cherches/WCC) juga ikut mengecam film anti-Islam yang dibuat seorang anggota parlemen Belanda Geert Wilders, dan menilainya sebagai melecehkan seluruh agama dan bertujuan membangkitkan kebencian.

 

Pemerintah Indonesia melalui Juru bicara Deplu Indonesia, Kristiarto Legowo menilai film FITNA sangat berbau rasis dan merupakan tindakan yang sangat tidak bertanggung jawab yang bersembunyi di balik kebebasan pers. Juru bicara Deplu Indonesia, Kristiarto Legowo, menyatakan isi film itu “menyesatkan dan penuh rasisme” dan menyebut produksi film itu sebagai “aksi tak bertanggung-jawab yang dilakukan dengan tameng kebebasan pers.”

 

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kembali menegaskan pelarangan peredaran film FITNA yang mendiskreditkan Islam, masuk ke Indonesia. SBY juga meminta kepada pemimpin negara Islam lainnya untuk melakukan hal yang sama yakni menolak peredaran film FITNA. Presiden juga telah meminta Menteri Hukum dan HAM untuk mencekal pembuat film FITNA, Geert Wilders, jika ingin masuk ke Indonesia. SBY juga minta kepada seluruh umat Islam di Indonesia agar tidak terpancing dalam suasana permusuhan.

 

Ketua DPR Agung Laksono menyatakan pemerintah harus “mengambil tindakan” terhadap film itu, karena para pengguna internet dapat dengan mudah mengunduh (download) dan menyebarkannya, sehingga dapat memicu konflik agama. Beruntunglah peredaran film itu sudah mulai dibatasi. Liveleak sebagai media pertama tempat menayangkan film itu memutuskan untuk menghapus video itu per 29 Maret 2008.

 

Untuk di Indonesia, Pemerintah sudah mengirimkan peringatan kepada situs-situs yang masih menayangkan film itu. Menteri Komunikasi dan Informatika Muhammad Nuh telah meminta kepada YouTube agar menghapus akses ke video yang telah di-upload ke server situs yang sudah menjadi tujuan utama browsing video ini. Untuk hal ini, pemerintah bukan sekedar main-main. Youtube bahkan sempat di-block mulai Jumat lalu (4/4) melalui bantuan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Pemblokiran ini melalui sisi operator penyedia jasa internet di Indonesia. Hal ini memang sangat serius ditanggapi oleh para operator karena jika tidak mau memblok situs-situs yang masih menyiarkan film FITNA, ancaman pencabutan izin usaha mereka.

 

Film ini juga mengundang reaksi dari praktisi film. Sutradara Garin Nugroho berpendapat, masyarakat harus dewasa dan kritis menyikapi film FITNA yang sebenarnya merupakan teknik propaganda di era millenium ketiga. Sutradara film ini menilai wajar bila umat Islam bereaksi keras terhadap film FITNA. Namun ia tidak menganjurkan sikap reaktif dan anarkis dalam menyikapi film buatan anggota parlemen Belanda itu.

 

Namun mau tidak mau film ini memang memunculkan sejumlah reaksi demonstrasi di Indonesia. Aksi Demonstrasi di depan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta memprotes film FITNA terus mengalir. Setelah Front Pembela Islam (FPI) mendemo pada Senin (31/3), giliran anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Selasa (1/4). Konsulat Belanda di Medan pun tak luput dari demonstrasi yang menyerukan kecaman mereka terhadap film itu.

 

FITNA memang mengundang begitu banyak kontroversi, karena itu sangatlah jelas kenapa begitu banyak dikecam dan dilarang di seluruh dunia. Karena media internet begitu luas dan bebas, sudah layaklah kita terus waspada dengan propaganda menyesatkan semacam ini, namun tentunya dengan selalu berpikiran dingin untuk menghadapinya. Bagaimanapun kerukunan yang selama ini kita bina harus tetap dijaga, terutama dari hal-hal semacam ini. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

numpang coret-coretan

April 2008
S S R K J S M
« Mar   Mei »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Semua Tulisan

Kritik dan Saran


Blog Stats

  • 10,132 hits

Klik tertinggi

  • Tak ada

Flickr Photos

Nittele Tower in black and white

Lebih Banyak Foto
%d blogger menyukai ini: